Rakor Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Pemkab Tulungagung Bersama BPBD dan 20 OPD serta LMI mitra FPRB
Tulungagung | Suaraindependentnews.id -Jumat 26 september 2025 Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Tulungagung, dan melihat potensi serta dampak Bencana Hidrometeorologi wilayah Tulungagung di Tahun 2025.
Pemkab Tulungagung Bersama BPBD dan 20 OPD perwakilan unsur pentahelix serta LMI mitra FPRB, gelar Rapat Koordinasi Siaga Bencana Hidrometeorologi. Bertempat di ruang rapat Nanawidha Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung

Rapat di pimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulungagung Drs. Tri Hariadi, M.Si menyampaikan rakor ini merupakan bentuk upaya nyata bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Utamanya pada musim penghujan di bulan September – Desember nanti.
Tri Hariadi menambahkan “Saat ini sudah mulai masuk musim penghujan, tentunya potensi bencana hidrometeorologi juga ikut meningkat, setiap kecamatan di Tulungagung pun menyimpan potensi kebencanaan sendiri-sendiri.

Bahkan bisa dikatakan datanya tidak banyak berubah dari tahun ke tahun. Artinya daerahnya pada tahun ini sama.” tambahnya.
Sedangkan Kalaksa BPBD Kabupaten Tulungagung Robinson Parsaroan Nadeak, S.H., M.H. dalam rakor trsebut menyampaikan Pada tahun 2025 ini, BPBD mencatat telah terjadi sejumlah bencana alam. Yang terbanyak adalah angin kencang 8 kejadian, bencana puting beluung sejumlah 2 kejadian, kemudian disusul bencana tanah longsor tanah bergerak sebanyak 7 kejadian dan banjir sebanyak 7 kejadian serta kekeringan 1 kejadian di kalidawer.
“Potensi kebencanaan hidrometeorologi pun diperkirakan sama dengan sebelumnya,” tambahnya.
Dari data yang disanpaikan untuk wilayah rawan longsor tetap di Tulungagung bagian barat, yakni Pagerwojo dan Sendang.
Sedangkan untuk banjir wilayah Tulungagung selatan seperti Campurdarat, Besuki, dan Bandung.
Di sisi lain ini, daerah rawan angin kencang di Tulungagung mencakup Boyolangu, Kalidawir, Sumbergempol, Ngunut, dan Rejotangan.
Susanto Spv PB Laznas LMI mengatakankan “kami dari FPRB Tulungagung selalu siap dalam memberikan edukasi sosialisasi dan simulasi tentang penanggulangan bencana melalui program SPAB , GANALA bahkan Sekolah Tangguh Bencana yang mana ini sejalan dengan program LMI.
Kami juga siap menggerakkan para relawan lokal, dalam membantu evakuasi, distribusi logistik dalam respon bencana.
Mengingat saat memasuki September- Desember ini, potensi hujan juga mengalami peningkatan dibanding sebelumnya. Semua harus waspada pada potensi kebencanaan di setiap wilayah domisili warga Tulungagung,” tutupnya.
Editor&publisher: mahmudi




