Tak Berkategori

“Emiko,” Kartini Kabupaten Solok, Ikon Sentral Dalam Kebangkitan Perempuan

“Membangkitkan Potensi Perempuan, Tanpa Menghilangkan Kodratnya Sebagai Perempuan”

mantan Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin dukung pasangan “Solok Bersemi” menjadi kepala daerah Kabupaten Solok

Penulis ; Billy Guntala

Dengan mengangkat Tagline “Solok Bersemi, Bersama Emiko dan Irwan Afriadi, Tuntaskan Pembangunan di Kabupaten Solok,” Tim Pemenangan yang tertata rapi tersebut di penuhi relawan dan simpatisan yang dominan dari kalangan emak emak. Tangan dingin sang konseptor dalam pemenangan Emiko-Irwan mulai mengena sasaran. Apakah Emiko R.A. Kartini nya untuk Kabupaten Solok?

Raden Ajeng (RA) Kartini, salah satu tokoh pahlawan wanita di Indonesia yang dikenal sebagai sosok yang berjasa dalam memperjuangkan emansipasi wanita. Sebagai tokoh pahlawan, R.A. Kartini menjadi ikon sentral dalam pergerakan kebangkitan perempuan di Indonesia, perannya sangat signifikan dalam menegakan hak-hak perempuan, mempromosikan pendidikan, serta menciptakan kesetaraan gender.

“RA. KArtini menyadari, bahwa untuk membuat kaumnya maju, maka seluruh wanita harus bisa melakukan segala hal dari segi apapun, tidak boleh tidak, itu adalah prinsip yang ia pelajari.”

Ny. Emiko Epyardi Asda, SP, satu satunya kontestan wanita yang tampil berlaga di kancah perpolitikan Kabupaten Solok. Dinamika politik yang sudah digeluti Emiko 4 tahun kebelakang dalam mendampingi suaminya sebagai Bupati Solok, merupakan sebuah pengalaman baginya untuk menyongsong perhelatan pilkada 2024 ini.

Berbekal pribadi yang santun, ramah dan murah senyum, Emiko semakin di gandrungi banyak orang. Bukan saja karna akan menghadapi pilkada, tapi hal itu merupakan keseharian dari seorang nyonya besar, istri dari seorang pengusaha, mantan pejabat di DPR RI 3 periode, dan istri dari seorang Bupati.

Tidak itu saja, memiliki Putri seorang anggota DPR RI 2 periode, Athari Gauthi Ardi menyokong pembangunan di Kabupaten Solok, hingga tak segan ia menggelontorkan ratusan program programnya. Seperti program P3TGAI, bedah rumah, Pissew dan Kotaku, merupakan buah tangan Athari untuk tanah kelahirannya.

Semua itu sudah dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Solok sejak 4 tahun kebelakang. Belum lagi program program pemerintah daerah Kabupaten Solok yang sudah direalisasikan oleh suaminya, Bupati Solok H. Epyardi Asda, menjadikan Emiko seorang publik figur bagi masyarakat Kabupaten Solok yang sulit di cari tandingannya.

Sinergitas yang dibangun Emiko dengan masyarakat didukung 4 Partai besar yang saat ini menguasai pimpinan DPRD Kabupaten Solok. Partai PAN (Ketua DPRD), Nasdem (Wakil Ketua), Golkar (Wakil Ketua), serta Partai Hanura, menjadikan pasangan “Solok Bersemi” berada di atas angin. Diatas kertas, Emiko sudah menguasai panggung politik Pilkada Kabupaten Solok.

“Solok Bersemi, Bersama Emiko dan Irwan Afriadi, Tuntaskan Pembangunan di Kabupaten Solok”

Dalam setiap pertemuan, Emiko selalu mengajak relawan dan simpatisannya untuk menciptakan kedamaian dan kesejukan ditengah masyarakat dalam menyongsong Pemilukada Badunsanak ini. “Perlihatkan lah kalau kita terlahir, berada dan besar di bawah negeri yang beradab dan beretika, mari kita ciptakan politik santun,” ucap Emiko.

Punya alasan tersendiri untuk bergabung dengan barisan “Solok Bersemi”. Hal itu diungkapkan oleh seorang  politisi kondang Kabupaten Solok. Yulfadri Nurdin, mantan anggota DPRD Kabupaten Solok dan DPRD Propinsi Sumbar dari Partai PPP, serta mantan Wakil Bupati Solok.

Punya pengalaman 17 tahun bersama Capt. H. Epyardi Asda, M.Mar di bawah naungan Partai berlambang Ka’bah, pada akhirnya Yulfadri Nurdin terpisah selama 3,5 tahun karna Pilkada tahun 2020. Namun pada Pilkada 2024 ini, ia bergabung dalam pemenangan “Solok Bersemi, Bersama Emiko-Irwan Afriadi, Tuntaskan Pembangunan di Kabupaten Solok,”

“Kita lebih baik berada di tempat yang menghargai kita, daripada di tempat yang membutuhkan kita”

Sebait kalimat yang dilontarkan Yulfadri Nurdin sebagai pembuka kata. Ia memiliki kekaguman tersendiri terhadap sosok Emiko. Sebagai seorang perempuan, ia sangat energik dan memiliki staminia yang kuat. Emiko mampu berkunjung ke daerah daerah sebanyak 9 titik dalam sehari, bahkan sesampai di rumah, masih mampu melayani tamu tamu yang berkunjung.

Diungkapkan mantan legislator ulung tersebut, berkaca dari pemilihan pada Pikada 2020 di bagian Selatan Kabupaten Solok, yakni Danau Kembar, Lembah Gumanti, Hiliran Gumanti dan Pantai Cermin, itu merupakan daerah penyumbang suara terbanyak disetiap pemilu.

Kala itu, yang bersaing dalam perolehan suara terbesar pemilihan Bupati Solok adalah Epyardi Asda dengan Yulfadri Nurdin dan Desra Ediwan. Namun faktanya hari ini, ketiga kandidat terkuat tersebut malah bersatu dalam tim pemenangan “Solok bersemi”

17 tahun bersama, saya tau betul siapa sosok Epyardi Asda. Keras, tegas dan lugas, itulah tipikalnya. Butuh kerja keras untuk menundukan seseorang yang dianggap garang itu, ucap Yulfadri. Tapi bagi seorang Emiko itu bukanlah sebuah beban berat baginya. Ditangan seorang Emiko, kegarangan itu luluh dengan kelembutan yang dia punya.

Sukses 3 periode menjadi anggota DPR RI, dan 1 periode sebagai Bupati, Emiko seakan terlahir sebagai seorang pendamping hebat. Mendampingi seorang pejabat selama 20 tahun, tidak membuat Emiko merasa berada dipuncak, tetap menjadi orang biasa.

“Dibalik suksesnya seorang pria, ada sosok perempuan hebat di belakangnya”

Di dominasi kaum emak emak, dukungan untuk Solok Bersemi semakin tak terbendung

Dalam hal aktualisasi dan eksistensi diri, Emiko mau menggandeng siapa saja, hal ini membuktikan bahwa Emiko adalah versi lain dari Epyardi Asda. Ini membuktikan bahwa jiwa kepemimpinan Emiko sangat luar biasa. Apalagi, dari pengalaman hidup mendampingi Epyardi Asda, tentu Emiko sudah terbiasa berkomunikasi dengan berbagai pihak, dan tau dengan orang-orang yang bisa membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Emiko adalah Kartininya Kabupaten Solok,” sebut Yulfadri Nurdin.

Sukses menghantarkan putri sulungnya menjadi anggota DPR RI 2 periode, mengkaderkan Kakak perempuannya sebagai anggota DPRD Propinsi Sumbar dan sekaligus Ketua DPD PAN Kabupaten Solok, serta menjadikan keponakannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, Epyardi diterpa isu akan membangun sebuah dinasti di Sumatera Barat.

Isu dinasti tersebut kian santer kala ia maju sebagai Gubernur Sumbar, serta mengusung istrinya, Ny. Emiko sebagai Bupati Solok. Apakah itu yang disebut membangun dinasti,? ungkap Yulfadri Nurdin.

“Dinasti itu ditunjuk, didapat secara turun temurun, dan merupakan sebuah gelar yang tidak bisa di pangku oleh orang lain, seperti gelar adat dan gelar raja. Sementara untuk sebuah jabatan Politik, itu dipilih”

Seorang pemimpin perempuan itu bukan saja terjadi pada zaman sekarang, jauh sebelumnya di Minangkabau sudah ada pemimpin dari kalangan perempuan, kita diminang pernah dipimpin oleh Bundo Kanduang, terang Yulfadri.

“History Bundo Kanduang ini legendaris.  Bundo Kanduang itu sosok yang terhormat di Minangkabau, yang punya hak di rumah gadang. Itulah keagungan seorang Bundo Kanduang”

Bukan di minang saja, Aceh juga pernah dipimpin oleh perempuan. Aceh itu daerah serambi mekah, tempat berkumpulnya para ulama, yang menjunjung tinggi syariat Islam. Hal yang sama juga pernah terjadi di daerah pulau jawa.

“Emiko ingin membangkitkan potensi perempuan, tanpa menghilangkan kodratnya sebagai perempuan,” Sebut Yulfadri.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Gusrial Abas, mantan anggota DPRD Kabupaten Solok. Pernah berjaya dimasanya, ia merupakan politisi dari Partai PAN Kabupaten Solok.

disebutkannya, Emiko memiliki kharismatik yang tinggi. Cara bicara yang tertata, intonasinya penuh kelembutan, santun dan anggun. Emiko dekat dengan masyarakat, apalagi dengan lingkungan PKK Kabupaten Solok.

Sebagai istri seorang pejabat, ia tidak dominan menonjol, kalau tidak dipanggil, ia tidak akan pernah hadir mendampingi suaminya. Berbeda jauh dengan istri istri pejabat lainnya yang memanfaatkan kekuasaan dan jabatan suaminya

“Kalau suaminya bintang dua, istrinya adalah bintang tiga,” kelakar Gusrial Abas.

Sumber ; Rekaman nara sumber

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button