Tak Berkategori

Miris, 8 Anak Histeris, Ibu Dibui, Bapak Meninggal Mendadak

Solok, Suaraindependent.id – Kabupaten Solok dibuat gempar. Sebuah tragedi menimpa satu keluarga di Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya. Suami yang merupakan seorang Kepala Jorong meninggal mendadak, anak-anak pingsan saat pemakaman, Jumat (27/6/2025). 

Duka mendalam semakin menyelimuti keluarga almarhum Syafrizal (55), pasalnya Istrinya, Tiswarni sedang menjalani masa tahanan. Kepergian almarhum tak hanya meninggalkan kesedihan, tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi 8 (delapan) orang anak anaknya.

Saat prosesi pemakaman pada Sabtu (28/6), di mana sejumlah anak dan kerabat tak kuasa menahan emosi. Situasi semakin memilukan karena sang istri masih dalam tahanan Polres Solok terkait kasus sengketa lahan.

Menurut informasi warga dan Pemerintah Nagari, 4 (empat) orang anak dan 1 (satu) menantu pingsan di lokasi pemakaman akibat tekanan emosional. Beberapa di antaranya bahkan harus dilarikan ke Puskesmas. Tiswarni sendiri dilaporkan mengalami syok berat dan kini tengah menjalani perawatan medis.

Kasyanti, Wali Nagari Koto Laweh yang turut menghadiri pemakaman menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam.

Melihat anak-anak kecil kehilangan ayah, sementara ibunya ditahan, sangat memilukan. Saya sendiri tidak kuasa menahan tangis. Anak anaknya sampai pingsan. Bahkan ada yang harus digotong pakai bambu ke Puskesmas,” ungkap Kasyanti dengan mata berkaca-kaca.

Ia juga menyebutkan bahwa sehari sebelum wafat, Syafrizal masih beraktivitas seperti biasa dan sempat melaksanakan Sholat Jumat.

Sepulang sholat, beliau ke ladang bersama anaknya. Setelah mandi, mengeluh sakit kepala dan beristirahat. Tak lama kemudian, kami menerima kabar duka itu,” tambahnya.

Duka Kian Mendalam, Istri Hanya Diberi Waktu Singkat Saksikan Pemakaman

Tragedi keluarga ini semakin menyayat hati karena Tiswarni, istri almarhum, hanya diberi waktu sebentar oleh pihak kepolisian untuk menyaksikan pemakaman suaminya. Ia datang dalam pengawalan, ditemani oleh anaknya, Adrizal, yang juga ikut ditahan dalam kasus yang sama.

Informasi dari masyarakat menyebutkan, Tiswarni dan Adrizal ditangkap atas laporan warga terkait sengketa tanah. Ironisnya, Tiswarni disebut-sebut sebagai pihak yang dianiaya di ladangnya. Saat kejadian, Adrizal yang melihat ibunya diserang spontan memukul pelaku menggunakan balok kayu. Namun, justru keduanya yang berakhir di balik jeruji.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Lembang Jaya, AKP Hendri, SH, belum memberikan keterangan resmi terkait kasus penahanan Tiswarni dan Adrizal.

Desakan Keadilan dan Dukungan Publik

Tragedi ini memantik simpati luas dari masyarakat sekitar. Banyak pihak mulai mempertanyakan proses hukum yang dialami keluarga Syafrizal. Apalagi, mereka kini kehilangan kepala keluarga, dan para anak ditinggalkan tanpa figur ayah maupun ibu di sisi mereka.

Ini bukan hanya soal hukum, ini soal kemanusiaan. Anak-anak itu butuh perlindungan, mereka trauma. Kami harap pihak berwenang segera memberikan keadilan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat. (Billy)

Sumber: 7.topone.id, foto ; Sumbarkita.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button